• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Pelanduk Terancam Punah, Penggiat Konservasi di Pesisir Selatan Lakukan Penyelamatan

Sri Iwa Gestari, S.T

20 Maret 2025

159 kali dibaca

Pelanduk Terancam Punah, Penggiat Konservasi di Pesisir Selatan Lakukan Penyelamatan

Pesisir Selatan — Keberadaan pelanduk kancil (Tragulidae) di Pesisir Selatan kini semakin mengkhawatirkan. Satwa mungil ini terancam punah akibat perburuan liar yang terus berlangsung. Namun, di tengah ancaman tersebut, harapan tetap ada. Kelompok Peduli Lingkungan Konservasi Penyu Amping Parak, sebuah komunitas lingkungan di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, tak henti-hentinya melakukan upaya pelestarian.
Baru-baru ini, kelompok tersebut berhasil menemukan dan menyelamatkan seekor pelanduk kancil di kawasan hutan mangrove yang menjadi habitat alaminya. Penemuan ini menjadi bukti bahwa pelanduk kancil masih bertahan di alam liar, meski dengan populasi yang terus menurun.

Pelanduk Kancil: Si Mungil yang Terancam

Haridman, seorang penggiat konservasi dari Kelompok Peduli Lingkungan Konservasi Penyu Amping Parak, menjelaskan bahwa pelanduk kancil—atau yang dikenal dengan nama lokal “napua” atau kancil—adalah spesies pelanduk terkecil di dunia. Panjang tubuhnya hanya sekitar 20 hingga 25 cm, dengan berat antara 1,5 kg hingga 2 kg. Ukurannya yang mungil menyerupai kelinci, dengan bentuk tubuh yang cenderung membulat.
"Yang menjadi ciri khas dari pelanduk kancil ini adalah warna tengkuknya yang cokelat kemerahan, serta bagian bawah tubuhnya yang putih dengan garis oranye kecokelatan sempit di tengah perut. Selain itu, dari bawah dagu hingga tenggorokan terdapat tiga garis putih yang memanjang," jelas Haridman.
Sayangnya, keunikan dan ukurannya yang kecil tidak membuat hewan ini aman dari ancaman. Perburuan liar menjadi musuh utama pelanduk kancil, terutama karena dagingnya yang dikenal renyah dan memiliki cita rasa yang lezat.

Status Konservasi yang Masih Samar

Meskipun telah terdeteksi di sejumlah kawasan hutan mangrove, populasi pelanduk kancil di Indonesia masih belum dapat dipastikan. Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), pelanduk kancil termasuk dalam kategori Data Deficient atau Data Kurang. Artinya, informasi mengenai populasi dan penyebarannya belum cukup untuk memastikan status konservasinya secara akurat.
Ketidakpastian ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pelestarian. Tanpa data yang memadai, sulit bagi para konservasionis untuk menyusun strategi perlindungan yang tepat.

Langkah Perlindungan yang Diperlukan

Meski data mengenai populasi pelanduk kancil masih terbatas, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah proaktif dengan memasukkan spesies ini ke dalam daftar hewan yang dilindungi. Peraturan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
Dengan adanya peraturan ini, pelanduk kancil dinyatakan sebagai spesies langka yang perlu dijaga kelestariannya. Namun, peraturan saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.

Ajakan untuk Melindungi Pelanduk Kancil

“Kami berharap, dengan adanya upaya konservasi ini, masyarakat dapat semakin menyadari pentingnya menjaga kelestarian hewan yang hampir punah ini. Selain itu, kami juga mengimbau pihak berwenang untuk memperketat pengawasan terhadap perburuan liar yang mengancam kelangsungan hidup pelanduk kancil,” tegas Haridman.
Langkah nyata yang dilakukan oleh Kelompok Peduli Lingkungan Konservasi Penyu Amping Parak adalah contoh nyata dedikasi dalam melindungi spesies yang terancam. Namun, dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat lokal dan pemerintah, sangat dibutuhkan agar upaya konservasi ini dapat memberikan hasil yang nyata.

Harapan di Tengah Ancaman

Menyelamatkan pelanduk kancil bukan hanya tentang melindungi satu spesies, melainkan juga tentang menjaga keseimbangan ekosistem yang lebih besar. Kawasan hutan mangrove di Pesisir Selatan yang menjadi habitat alami pelanduk kancil memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan kestabilan lingkungan.
Haridman dan kelompoknya berharap bahwa langkah kecil mereka dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam upaya konservasi. Semakin banyak pihak yang peduli, semakin besar pula peluang bagi pelanduk kancil untuk bertahan hidup di habitat aslinya.
Apakah kamu ingin saya membantu mengembangkan artikel ini lebih lanjut dengan menambahkan data, fakta, atau sudut pandang yang lebih kuat?

Berita Terbaru