Painan, 20 Maret 2025 – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memastikan akan melanjutkan pembangunan Pasar Inpres Painan yang sempat terbengkalai sejak Desember 2024. Komitmen ini ditegaskan oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, saat meninjau lokasi pembangunan pasar bersama Ketua dan Anggota DPRD Pesisir Selatan pada Kamis (20/3).
Bupati Hendrajoni menekankan bahwa Pasar Inpres Painan merupakan pusat perekonomian masyarakat di Ibukota Kabupaten Pesisir Selatan. Oleh karena itu, kelanjutan pembangunannya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Para pedagang di lokasi relokasi terus mengeluhkan kondisi yang mereka alami. Saat ini, mereka harus berjualan di tempat yang sempit dan kurang layak. Kami pastikan pembangunan ini akan dilanjutkan dan, Insya Allah, dimulai kembali pada pertengahan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp 27 miliar,” ujar Hendrajoni dengan tegas.
Selain memastikan kelanjutan pembangunan, Hendrajoni menyatakan bahwa kawasan pasar tersebut akan diperindah dan ditata dengan rapi agar memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung dalam bertransaksi.
Bupati juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat selama proses pembangunan, meskipun anggaran yang digunakan berasal dari pemerintah pusat. Pengawasan ini bertujuan untuk mencegah terulangnya masalah yang menyebabkan terhentinya proyek tersebut.
“Proses pembangunan ini harus dikawal dengan baik agar berjalan sesuai dengan jadwal dan rencana yang telah disusun. Jangan dibiarkan begitu saja, karena terbengkalainya proyek ini merupakan akibat dari kurangnya pengawasan. Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang di masa pemerintahan saya. Jika perlu, kita akan menambah anggaran agar pasar ini menjadi lebih indah dan nyaman bagi pengunjung,” tegasnya.
Ketua DPRD Pesisir Selatan, Darmansyah, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Bupati Hendrajoni untuk melanjutkan pembangunan Pasar Inpres Painan. Menurutnya, pasar ini merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat karena lokasinya yang strategis dan perannya sebagai pusat kegiatan ekonomi.
“Pasar Inpres Painan adalah salah satu aspirasi utama masyarakat yang disampaikan kepada kami di DPRD. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi dan mendukung kebijakan Bupati Pesisir Selatan dalam melanjutkan pembangunan pasar ini,” ujar Darmansyah.
Pembangunan Pasar Inpres Painan yang dimulai pada September 2023 ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 8.877 meter persegi, dengan bangunan tiga lantai yang mampu menampung sekitar 553 pedagang. Proyek ini menggunakan anggaran sebesar Rp 53,3 miliar yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun, proses pembangunannya terhenti pada progres 63,7 persen setelah rekanan pelaksana meninggalkan proyek pada Desember 2024.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap pembangunan Pasar Inpres Painan dapat segera diselesaikan agar pedagang dapat kembali beraktivitas dengan nyaman, serta masyarakat dapat menikmati fasilitas pasar yang lebih baik.